TURIN - Presiden Juventus, Andrea Agnelli merasa timnya telah dirugikan oleh keputusan tergesa-gesa yang dikeluarkan oleh pengadilan. Walau begitu Agnelli menegaskan timnya tidak pernah pasrah dan terus maju hingga pencapaian mereka saat ini.
Skandal calciopoli terungkap pada musim 2006, dengan terdakwa utama adalah Juventus, AC Milan, Lazio, Fiorentina dan Reggina. Namun tim berjuluk La Vecchia Signora itu mendapat hukuman paling berat karena yaitu turun kasta ke Serie B serta pencopotan dua Scudetti.
“Saya mempertimbangkan bahwa itu akan menjadi hari yang penting karena itu mengumpulkan orang-orang yang terkait Calciopoli. Semua orang bertahan pada posisinya, tapi dokumen final diakui pengadilan dengan tergesa-gesa,” ujar Agnelli seperti dilansir dari Football-Italia, Senin (26/12/2011).
“Itu (dokumen) penting, seperti yang saya katakan sejak lama, untuk memiliki gambaran lengkap mengenai apa yang terjadi. Ada elemen yang harus di evaluasi oleh hakim, karena banyak perlakuan yang tidak seimbang (untuk Juventus),” imbuhnya.
Agnelli merasa hukuman Juventus terlalu besar, bila dibandingkan AC Milan dan Fiorentina yang tetap bertahan di Serie A, namun dikenai pengurangan poin. Walau begitu, kebangkitan timnya di musim ini merupakan bukti perjuangan Bianconeri.
“Juve membayar telalu banyak untuk apa yang telah terjadi (akibat Calciopoli). Bila kita tidak meningkatkan modal dan bekerja dengan teliti, maka kami akan berada di liga terbawah sekarang ini. Kami tidak bisa hanya pasrah seakan tidak terjadi apa-apa dan mendorong untuk terus maju,” tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar